Solvent yang dapat dibalik pergantiannya dari yang bersifat hidrophobic menjadi hidrophilic atau antara perbedaan yang besar pada kekuatan ionisnya hanya dengan menambahkan atau mengganti karbon dioksida telah dilaporkan oleh Philip G. Jessop dan rekan kerjanya dari Queen’s University, di Kingston, Ontario.
Tampilkan postingan dengan label informasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label informasi. Tampilkan semua postingan
Kamis, 01 Mei 2014
Rabu, 30 April 2014
Tawas Sebagai Koagulan
Tawas, atau dalam bahasa Inggrisnya disebut "Alum" adalah suatu kristal sulfat dari logam-logam seperti lithium, potassium, calcium, alumunium, dan logam-logam lainnya. Kristal tawas ini cukup mudah larut dalam air, dan kelarutannya berbeda-beda tergantung pada jenis logam dan suhu. Tawas telah dikenal sebagai flocculator yang berfungsi untuk menggumpalkan kotoran-kotoran pada proses penjernihan air. Selain itu, tawas juga digunakan sebagai deodorant, karena sifat antibakterinya. Alum merupakan salah satu senyawa kimia yang dibuat dari dari molekul air dan dua jenis garam, salah satunya biasanya Al2(SO4)3. Alum kalium, juga sering dikenal dengan alum, mempunyai rumus formula yaitu K2SO4.Al2(SO4)3.24H2O. Alum kalium merupakan jenis alum yang paling penting. Alum kalium merupakan senyawa yang tidak berwarna dan mempunyai bentuk kristal oktahedral atau kubus ketika kalium sulfat dan aluminium sulfat keduanya dilarutkan dan didinginkan.
Selasa, 29 April 2014
Jarak Pagar Lebih Fleksibel dari Kelapa Sawit
Jarak pagar (Jathropa curcas) menjadi sangat populer
ketika muncul sebagai energi ramah lingkungan. Biji-bijinya mampu menghasilkan
minyak campuran untuk solar. Selain dari jarak pagar, pada dasarnya minyak yang
dihasilkan dari tumbuh-tumbuhan dapat dijadikan bahan campuran solar, misalnya
kelapa sawit atau kedelai.
Meminum Air Murni dari Pancaran Sinar Matahari dan Air Laut
Suatu alat yang dapat ‘mendorong’ garam keluar dari air laut telah dikembangkan oleh para peneliti Amerika Serikat. Yang cukup efisien dengan bertenaga sinar matahari, proses ini dapat mengarahkan pada skala kecil atau alat desalinasi portabel yang dapat menyediakan air minum yang vital pada daerah bencana atau daerah yang dilanda kekeringan parah.
Minggu, 27 April 2014
Biodiesel, Bahan Bakar Olahan Minim Polusi
Palm
atau minyak kelapa sawit biasanya dikenal sebagai minyak masak atau minyak
goreng. Namun siapa sangka kalau minyak sawit ini juga mampu dimanfaatkan
sebagai bahan bakar minyak bumi pengganti solar.
Seperti
yang dilakukan Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS), secara solutif mampu
sedikitnya meringankan beban PT. Pertamina yang terus-menerus memasok solar.
Penelitian ini sudah teruji pada sejumlah kendaraan diesel berbahan bakar
solar. Seperti pada mesin traktor bahkan pada mobil produksi massal. Kendaraan
tersebut telah diuji coba dan terbukti mampu melaju dengan menggunakan campuran
minyak sawit dan solar.
Sabtu, 26 April 2014
Minyak Pelumas dari Botol Plastik Bekas
Minyak
Pelumas dari Botol Plastik Bekas
Percayakah
anda jika suatu saat nanti botol plastik bekas dapat digunakan sebagai bahan
baku pembuatan minyak pelumas untuk kendaraan bermotor? Jika tidak percaya,
tanyakan saja pada Stephen J. Miller, Ph.D., seorang ilmuwan senior dan
konsultan peneliti di Chevron. Bersama rekan-rekannya di pusat penelitian
Chevron Energy Technology Company, Richmond, California, Amerika Serikat dan
University of Kentucky, ia berhasil
mengubah limbah plastik menjadi minyak pelumas. Bagaimana caranya?
Sebagian
besar penduduk di dunia memanfaatkan plastic dalam menjalankan aktivitasnya.
Berdasarkan data Environmental Protection Agency (EPA) Amerika Serikat pada
tahun 2001, penduduk Amerika Serikat sedikitnya menggunakan 25 juta ton plastic
setiap tahunnya. Belum ditambah pengguna plastik di negara lainnya. Bukan suatu
yang mengherankan jika plastik banyak digunakan. Plastik memiliki banyak
kelebihan dibandingkan bahan lainnya. Secara umum, plastik memiliki densitas
yang rendah, bersifat isolasi terhadap listrik, mempunyai kekuatan mekanik yang
bervariasi, ketahanan suhu terbatas, serta ketahanan bahan kimia yang
bervariasi. Selain itu, plastik juga
ringan, mudah dalam perancangan, dan biaya pembuatan murah.
Jumat, 25 April 2014
Aneka Cara Menghilangkan Zat Berbahaya dalam Air
Banyak teknologi
digunakan untuk menghilangkan limbah organik dan non-organik pada air baku air
minum. Teknologi yang biasa digunakan masyarakat, diantaranya biofiltrasi,
ultrafiltrasi, air heksagonal, ozon, dan sebagainya. Menurut ahli air, Arie
Herlambang, ultrafiltrasi maupun ozon merupakan salah satu teknologi untuk
mensterilkan air minum dari bahan-bahan organik dan non-organik. “Bakteri
pathogen, senyawa kimia dibunuh melalui sinar ultraviolet kemudian
disempurnakan dengan ozon.” Melalui teknologi ozon, pengeboran dilakukan sampai
ditemukan air tanah. Kemudian alat produksi air bersih dipasangkan di dekat
galian yang dilengkapi dengan selang dan pompa. Air tanah yang disedot ke atas
langsung diproses melalui alat tersebut, kemudian melalui penyinaran sinar
ultraviolet dan ozon.
Kamis, 24 April 2014
Tips Membuat Baterai yang Sederhana dan Murah
Tahukah
Anda bahwa sebuah baterai sederhana yang menghasilkan arus listrik dalam jumlah
yang aman dapat dibuat dari sebuah jeruk lemon, klip kertas yang terbuat dari
baja, dan paku pines kuningan. Tidak percaya? Bagaimana cara membuatnya?
Caranya sangat sederhana dan dapat Anda lakukan sendiri-sendiri dengan mudah
karena tidak memerlukan banyak peralatan dan prosedur yang rumit. Belahlah
sebuah jeruk lemon, kemudian tancapkan sebuah paku pines dan klip kertas ke dalam
jeruk lemon yang dibelah tadi. Pines dan klip harus ditancapkan sedekat mungkin
tetapi tidak sampai bersentuhan. Hati-hati jangan sampai ada cairan jeruk yang
ada di atas paku pines maupun klip. Basahi lidah Anda dengan air liur dan
tempelkan sedikit ujung lidah di atas paku pines dank lip. Sensasi rasa yang
timbul diakibatkan oleh sejumlah kecil arus listrik sebagai hasil dari elektrolit
dalam air liur di lidah.
Bagaimana, mudah kan?
Rabu, 23 April 2014
Penerapan Konsep Reaksi Redoks dalam Pengolahan Limbah (Lumpur Aktif)
Salah satu
penerapan konsep reaksi redoks dalam kehidupan sehari-hari adalah dalam bidang
pengolahan limbah. Prinsip dasar yang digunakan adalah teroksidasinya
bahan-bahan organik maupun anorganik, sehingga mudah diolah lebih lanjut.
Limbah
merupakan salah satu pencemar lingkungan yang diperlukan cara-cara
mengatasinya. Untuk menjaga dan mencegah lingkungan tercemar akibat akumulasi
limbah yang semakin banyak, berbagai upaya telah banyak dilakukan untuk
memperoleh teknik yang tepat dan efisien sesuai kondisi lokal.
Berbagai
tipe penanganan limbah cair dengan melibatkan mikroorganisme telah dikerjakan
di Indonesia, yaitu sedimentasi, kolam oksidasi, tricking filter, lumpur aktif
(activated sludge), dan septic tank. Pada uraian ini, saya akan membahas
tentang lumpur aktif (activated sludge)
Proses
lumpur aktif (activated sludge) merupakan sistem yang banyak dipakai untuk
penanganan limbah secara aerobic. Lumpur aktif merupakan metode yang paling
efektif untuk menyingkirkan bahan-bahan
tersuspensi maupun terlarut dari air limbah. Lumpur aktif mengandung
mikroorganisme aerobic yang dapat mencerna limbah mentah. Setelah limbah cair
didiamkan di dalam tangki sedimentasi, limbah dialirkan ke tangki aerasi Di
dalam tangki aerasi, bakteri heterotrofik berkembang dengan pesatnya. Bakteri
tersebut diaktifkan dengan adanya aliran udara (oksigen) untuk melakukan
oksidasi bahan-bahan organic. Bakteri yang aktif dalam tangki aerasi adalah Escherichia colo, Enterobacter, Sphaerotilus
natans,, Beggatoa, Achromobacter, Flavobacterium, dan Pseudomonas. Bakteri-bakteri
tersebut membentuk gumpalan (flocs). Gumpalan tersebut melayang kemudian
mengapung di permukaan limbah.
Langganan:
Postingan (Atom)




